Your search results

Standar Rancangan agar Wudhu Nyaman (Bagian 1)

Posted by degrisarsitek3_db on October 26, 2019
| 0

Standar Rancangan agar Wudhu Nyaman (Bagian 1)

Rasulullah SAW. Bersabda, “Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima apabila ia berhadas, hingga ia berwudhu” (HR. Abu Hurairah).

Sehingga aktivitas berwudhu adalah aktivitas penting. Dan sudah semestinya juga difasilitasi dengan rancangan tempat wudhu yang baik.

Banyak faktor yang bisa dinilai, dalam meningkatkan kenyamanan dalam berwudhu. Dalam perancangan masjid dan mushola bangunan-bangunan publik contohnya. Perlu dipikirkan bagaimana agar  sirkulasi dari tempat wudhu ke area sholat efisien dan nyaman. Tidak terlalu jauh memutar.

Atau faktor kenyamanan bagi perempuan misalnya. Salah satu dasarnya adalah bagaimana agar auratnya tetap terlindungi dari pandangan publik ketika berwudhu. Maka untuk tempat wudhu perempuan, diperlukan area tertutup yang terpisah dari tempat wudhu laki-laki.

Tempat wudhu juga bisa didesain dengan fasilitas tambahan seperti rak kecil atau gantungan menaruh aksesoris/pakaian seperti jam tangan, kacamata, peci dan kerudung yang dilepas ketika berwudhu.

 

Terkait ergonomi (hubungan antara manusia dengan alat atau lingkungan aktivitasnya), tempat wudhu juga memiliki standar tertentu. Ada dua tipe tempat wudhu. Yaitu tempat wudhu dengan posisi berdiri, dan tempat wudhu dengan dudukan.

Dari rangkaian aktivitas wudhu. Seperti membasuh tangan, wajah dan seterusnya hingga membasuh kaki; wudhu dalam posisi duduk tentu lebih nyaman.  Dudukan membuat badan lebih rileks saat berwudhu, karena badan bertumpu pada tempat duduk.

Untuk tempat wudhu duduk maupun berdiri, maka harus diperhatikan agar jarak keran dari lantai tidak terlalu rendah. Sehingga badan tidak terlalu membungkuk. Standarnya yaitu 80-109 cm. Jarak antar keran juga tidak boleh terlalu dekat, minimal 80-100 cm.

Terutama untuk wudhu posisi berdiri, bak tempat buangan air wudhu bisa didesain agar ditutup grill/ kisi besi dengan kemiringan 30 derajat. Sehingga saat membasuh sebelah kaki, kaki bisa bertumpu di atasnya dengan nyaman.

 

Dengan memenuhi faktor-faktor tersebut dalam rancangan tempat wudhu, maka aktivitas wudhu insyaa Allah bisa dilakukan dengan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.