Your search results

Standar Rancangan agar Wudhu Nyaman (Bag.II)

Posted by degrisarsitek3_db on October 26, 2019
| 0

Standar Rancangan agar Wudhu Nyaman (Bag.II)

 

Jika pada tulisan sebelumnya kita membahas terkait standar dasar tempat wudhu dan tipe tempat wudhu dengan posisi berdiri. Maka pada tulisan ini kita akan membahas terkait standar wudhu dengan dudukan.

Wudhu dalam posisi duduk adalah posisi wudhu paling nyaman. Sebab ketika seseorang melakukan aktivitas wudhu, badannya bertumpu pada tempat duduk. Sehingga saat melakukan beragam gerakan wudhu; badan lebih stabil.

Terutama saat membasuh kaki. Dengan posisi duduk, ketika membasuh kaki badan tidak limbung karena harus mengangkat satu kaki, dibandingkan dengan ketika berwudhu dalam posisi berdiri.

Sehingga tentu berwudhu dengan posisi duduk bisa lebih rileks. Terutama jika diberi penambahan pijakan kaki berupa kisi-kisi besi yang semakin menjaga keseimbangan ketika berwudhu.

Tempat wudhu dengan dudukan juga bisa meminimalisir terjadinya pengguna terjatuh di tempat wudhu.  Terutama bagi pengguna  yang berusia lanjut. Terlebih karena kondisi lantai yang senantiasa basah. Di sini pemilihan material penutup lantai  juga ikut berperan. Lantai harus bertekstur sehingga semakin meminimalkan licinnya lantai.

Untuk tempat wudhu duduk, jarak keran dari lantai bisa dibuat sejauh 80-109 cm. Sedang ketinggian tempat duduk lebih kurang 40cm. Ketinggian keran paling nyaman adalah bilamana keran disesuaikan dengan posisi duduk sehingga badan tidak perlu terlalu membungkuk  ketika berwudhu. Jarak antar keran yaitu 80-100 cm. Sementara jarak dudukan dengan pijakan kaki yaitu antara 30-40 cm.

Tempat  wudhu  duduk sekilas  memiliki kelebihan dari segi kenyamanan dibanding tempat wudhu berdiri. Namun ia memerlukan luasan yang agak sedikit lebih besar. Sehingga jika luasan lahan terbatas, tempat wudhu berdiri tentu lebih tepat.

Dibalik kelebihan dan kekurangan masing-masing, selama memenuhi standar desain, maka tentu masih dalam batas toleransi. Yang jelas dengan memenuhi standar tersebut, tempat wudhu akan menjadi nyaman. Dan jama’ah akan merasa betah ketika berkunjung ke masjid. Sehingga faktor desain tempat wudhu tentu saja tidak bisa dianggap enteng.

Referensi :

Suparwoko, Ph.D. Standar Perancangan Tempat Wudhu dan Tata Ruang Masjid. [https://www.researchgate.net/publication/289253959]

Leave a Reply

Your email address will not be published.