Your search results

Rumah Jatinangor 120

Posted by degrisarsitek3_db on November 2, 2019
| 0

Rumah Jatinangor 120 – Sinkronisasi Manusia, Bangunan dan Lingkungan

 

  • Tantangan Desain

Terletak dekat kawasan sekitar hutan perhutani, Jatinangor, Bandung, tantangan desain ini adalah memanfaatkan potensi lingkungan dan kawasan pada bangunan.

Dengan konsep villa, klien menginginkan agar bangunan memiliki banyak bukaan kaca. Sedang bangunan menghadap utara-selatan.

Dengan mengajukan gaya tropis-elegan-minimalis, desain mencoba menyinkronan hubungan antara (kebutuhan) pengguna, bangunan, dan lingkungan. Serta mencoba menerapkan desain yang berkelanjutan (sustainable design).

 

  • Penerapan dalam Desain

Aplikasi dari semua hal tersebut dalam desain adalah, semua ruang pada bangunan memiliki koneksi secara langsung ke luar/ alam. Dengan demikian cahaya alami dan sirkulasi udara leluasa masuk ke seluruh ruang. Menjamin kualitas dan rasa ruang yang memberi kenyamanan pada pengguna. Juga mewujudkan desain bangunan yang berkelanjutan. Dengan terwujudnya penghawaan dan pencahayaan alami, yang dapat menghemat penggunaan listrik.

Vista bangunan dibuat sedemikian, sehingga pengguna bisa menikmati pemandangan ke arah hutan. Namun desain juga menyediakan view privat ke arah taman samping, yang bisa dinikmati dari area semi publik rumah seperti ruang makan. Juga dari area privat rumah di lantai dua.

 

Program ruangnya juga menjamin tuntutan syariah sehingga rumah bersifat Islami. Terutama dari segi terjaganya aurat dan privasi penghuni. Maka ruang-ruang disusun bedasarkan kejelasan fungsi dan konsep privasi. Ruang-ruang komunal yang bersifat publik/ semi publik diletakan pada lantai satu. Dan area privat seperti kamar tidur diletakan pada lantai dua.

 

Di samping memenuhi keinginan klien, banyaknya bukaan kaca mengoptimakan view,dan aspek plus lainnya dari potensi bangunan yang terletak di dekat kawasan hutan. Namun demikian, pengguna bangunan juga harus dijaga privasinya.

 

Maka pada area ruang tidur diberi penambahan screen kayu yang bisa dibuka tutup pada area balkon. Fungsi ganda screen juga untuk memblok sinar matahari langsung/ sebagai sun shading. Sekaligus menambah estetika bangunan.

 

***

 

Secara keseluruhan, tanggapan terhadap beragam hal di atas menghasilkan desain yang responsif. Menjawab tantangan atas pemanfaatan potensi lingkungan. Dan mewujudkan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika. Serta mampu mengharmonisasikan hubungan antara kebutuhan dan tuntutan atas pengguna/manusia, bangunan dan lingkungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.